Pola pikir biner

Binary Thinking atau pola pikir biner merupakan cara berpikir berdasarkan logika biner, hanya ada 0 atau 1. Lebih mudahnya, seseorang dengan pola pikir biner akan menganggap seluruh hal yang ada di dunia ini hanya terbagi menjadi 2 kategori tanpa gradasi, alias absolut dan kontras, seperti hanya ada baik atau buruk, terang atau gelap, indah atau buruk, hitam atau putih.

Analogi-analogi sederhana dari pola pikir biner ini sebagai berikut; kalau saya benar berarti anda salah, kalau saya salah berarti anda benar, kalau saya suka manis berarti saya tidak suka pahit, kalau saya pro Rusia berarti saya kontra Ukraina, kalau saya pro pancasila berarti saya kontra khilafah, kalau saya pro TNI maka saya baik dan kalau saya pro POLRI maka saya buruk. Analogi diatas terkesan konyol dan tidak berdasar bukan?, namun begitulah kenyataan yang sedang terjadi di tengah masyarakat.

Permasalahan yang terjadi pada orang-orang dengan pola pikir biner, yaitu mereka cenderung mengkotak-kotakkan semua konflik yang ada, ketika mereka menyukai seseorang, maka semua yang dilakukan orang tersebut dianggap sebagai kebenaran, sebaliknya ketika mereka membenci seseorang, maka semua yang dilakukan orang tersebut dianggap sebagai kesalahan, dan tentunya ini sangat berbahaya, karena orang dengan pola pikir biner ini adalah alat paling mutakhir untuk mencapai kekuatan.

Mereka dengan senang hati mendukung dan memperkirakan segala sesuatu yang dilakukan oleh orang atau kelompok yang mereka sukai dan dengan senang hati pula membenci, merusak, menyerang orang atau kelompok yang mereka benci.
Lebih mirisnya lagi ketika mereka tau bahwa orang yang mereka suka melakukan kesalahan bahkan di luar logika mereka sendiri, mereka akan bias dan membenarkan hal tersebut dengan cara membohongi diri sendiri. Fenomena seperti itu sangat mudah ditemui di media sosial dan acara televisi.

Cara yang paling sederhana dan ampuh untuk melawan fenomena ini adalah edukasi, menambah wawasan dan pengetahuan agar kita dapat melihat lebih luas struktur sosial dan permasalahan sosial yang sangat kompleks, sehingga kita menjadi lebih objektif dan tidak bias dalam menyikapi isu-isu yang beredar.

Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai